Kamis, 05 September 2013

RIWAYAT HIDUP SINGKAT BHARA NURI


Bhara Nuri dilahirkan di Ende pada 1835. Ayahnya bernama NURI (Bakka) dan ibunya bernama NOO NDEWI.
Nama Bhara Nuri sebenarnya adalah Bhara Nuzzi. Bhara artinya putih dan Nuzzi (Nuri) artinya bintik-bintik merah pada kulit.
Menurut adat atau kebiasaan masyarakat Ende, untuk orang yang dihormati tidak pernah dipanggil namanya. Nama kehormatan Bhara Nuri adalah TONI.
Orang Belanda menyebut dan menulis namanya, BHARA NOERI.
Bhara Nuri berasal dari Woro (Wozzo) Angi-angi, artinya bukit angin-angin yaitu sebuah bukit di puncak gunung Tombe Rabu. Bhara Nuri juga berasal dari Zia (Ria) Keppi yaitu sebuah gua alam yang ada di daerah Tombe Rabu.
Kakek Bhara Nuri, “Muda Wawo” diminta Raja Ende turun untuk memperkuat pasukannya. Raja Tinggal di AMBUTONDA dengan Tubu Musunya.
Tempat tinggal pertama sebelum pindah ke ONEKORE dan MANUNGOO adalah Mbuturowa (sekarang kelurahan PAUPIRE) di AEMBONGA yaitu di lapangan tempat dibangunnya Museum Rumah Adat Ende Lio, sedangkan tempat tinggal adiknya SUWETI yang memiliki banyak armada laut (kapal kayu) adalah di pantai Ende yang saat ini di samping Gedung Bhara Nuri.


SILSILAH BHARA NURI

KUNDUNGGA
JA
WATU
RAJA
REA
RANGGA
KEBBI
FURA
JEDHE
MBAKU
WAWO
WAWO melahirkan NOO NGGEI, MUDA, dan WOWO SAPA
MUDA menurunkan NOO NDEWI, BAKKA, dan JANGGO
BAKKA menurunkan KEWA KUMI, BHARA NURI, ARUBONE, BALHAKKU
JANGGO menurunkan UMAR, LABA, SUWETI, AMBU, NOO NGGAJA, NOO NDOIWA, NOO KOROANI

Dibawah KEWA KUMI (Asal Woloare) ada NOO NEKA (Asal Sumba), dan NOO ZEDA (Asal Baray)

Sumber: Buku Bhara Nuri (1887-1891) Dinas P dan K Kab. Ende (2000)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar